News & Event

4 Alasan Editor Menolak Artikel Penulis untuk Dipublish

Muslimah pernah atau sering menulis, tapi artikelnya tidak kunjung dipublish oleh editor?. Padahal, muslimah merasa artikel yang dibuat sudah layak tayang dan menarik. Anehnya, editor tidak juga mempublish tulisan muslimah. Menarik bagi penulis, belum tentu menarik pula untuk editor. Biasanya ada sejumlah alasan mengapa editor menolak artikel penulis untuk dipublish.

1. Artikel sudah pernah ditayangkan

Jika penulis membuat sebuah artikel, lalu ditolak editor untuk dipublish bisa jadi tulisan tersebut sudah pernah ditayangkan sebelumnya dalam waktu berdekatan. Ini sering terjadi dalam dunia media online, karenanya muslimah harus memperhatikan hal tersebut. Sebelum menulis artikel, ada baiknya mencari tahu tentang tulisan yang akan dibuat sudah pernah ditayangkan atau belum di media tersebut. “Sebagus apapun tulisannya, kalau sudah pernah publish oleh penulis lain apalagi dalam waktu berdekatan pasti akan ditolak karena nanti akan double artikelnya,” ujar mantan Editor Lifestyle Wolipop Detik Arina Yulistara dalam Live Instagram Muslima Beauty x Komunitas Jurnalis Berhijab (KJB) Indonesia tentang “Kiat Menulis Artikel Menarik yang Disukai Pembaca” pada Jumat, 6 November 2020.

2. Banyak yang perlu direvisi

Tulisan yang ditolak editor, bisa juga disebabkan karena terlalu banyak revisi dari tulisanmu. Di antaranya, banyak typo pada penulisan. Tulisan yang dibuat kurang jelas arah atau fokusnya hingga membuat tulisan menjadi tidak dipahami. Bila editor hanya merevisi beberapa kalimat, masih dianggap lumrah. Tetapi, jika tulisannya perlu revisi dari awal paragraf hingga akhir biasanya sang editor akan mulai meninggalkan tulisan tersebut dan beralih ke artikel lainnya.

3. Informasi tidak mendetail

Bagi penulis pemula terkadang memberikan informasi artikel yang tidak mendetail. Misalnya, membuat judul semaunya hingga memberi informasi tidak jelas di badan artikel. Dalam menulis artikel yang sifatnya informatif itu harus jelas, detail, dan mudah dipahami. Perhatikan pula susunan kalimatnya, jangan sampai tergantung. “Paling tidak harus ada susunan kalimat SPO dan SPOK. Kalau kalimatnya tidak tersusun SPO, tulisannya akan jadi jelek,” kata salah satu member KJB Indonesia yang akrab disapa Tara itu.

4. Menulis artikel layaknya buku harian

Tidak sedikit penulis pemula yang membuat artikel itu layaknya buku harian. Artikel yang dibuat untuk kepentingan umum dan dibaca orang banyak maka wajib hukumnya ditulis dengan baik secara terstruktur.

Itulah 4 alasan editor menolak artikel penulis untuk dipublish. Jangan pernah kecewa atau patah semangat jika tulisanmu ditolak editor. Menulislah sampai editor mempublish tulisanmu. Ketika tulisan muslimah dipublish, jangan lupa untuk mereview artikel yang telah diedit oleh editor. Bandingkan dan cari tahu perbedaan tulisan sebelum dan sesudah diedit oleh editor sebagai bahan evaluasi. Lewat evaluasi, tulisan muslimah bisa berkembang menjadi lebih baik ke depannya. Semoga tipsnya bermanfaat untuk yang doyan nulis. Semangat menulis.

RECENT COMMENTS

  • Siap , memparbaiki terus sampai jadi yang luar biasa👍

    0 Likes | 0 Replies